Tampilkan postingan dengan label Java Basic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Java Basic. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Desember 2014

Mengenal Lebih Dalam Variable di Java

Apa itu Variable?

Variable adalah lokasi atau tempat di memori yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data dari sebuah program untuk selanjutnya dapat diproses.

Ketika kita membuat sebuah variable, berarti kita memerintahkan sebuah memori untuk menyediakan alokasi space atau ruang bagi variable. Ruang atau space yang dialokasikan tergantung dari tipe data dari variable tersebut.

Sebelum variable digunakan, anda harus men-deklarasikan terlebih dahulu variable tersebut.

Deklarasi Variable

Dibawah ini adalah sintak deklasi variable di Java.

tipe_data nama_variable [=nilai]

Contoh deklarasi dan inisialisasi variable di java.

int jumlahData = 100;
double ipk = 3.5;
char jenisKelamin;
String namaDepan;

Macam-Macam Tipe Variable di Java

Java mempunyai beberapa macam tipe variable, yaitu:
  • Local variable
  • Instance variable
  • Static / Class variable

Local Variable

  • Local variable adalah variable yang di deklarasikan di dalam method, contructor, maupun blok statement.
  • Local variable hanya bisa diakses sama method, constructor, maupun blok statement yang terdapat variable tersebut.
  • Local variable tidak boleh menggunakan access modifier.
  • Local variable tidak mempunyai default value dan harus di-inisialisasi terlebih dahulu. Kalau tidak di-inisialisasi terlebih dahulu, program akan mengeluarkan pesan error.
Contoh Program

Dibawah ini adalah contoh penggunaan local variable dalam sebuah method.


public class LocalVariableDemo{
public void cetakNamaAlamat(){
// inisialisasi variable nama
String nama = "Nursalim";

//inisialisasi variable alamat
String alamat = "Jakarta";
System.out.println("Nama : "+nama);
System.out.println("Alamat : "+alamat);
}

public static void main(String[] args){
LocalVariableDemo demo = new LocalVariableDemo();
demo.cetakNamaAlamat();
}
}

Kalau program di atas dijalankan, maka akan menghasilkan output sebagai berikut:

Nama : Nursalim
Alamat : Jakarta

Instance Variable

  • Instance variable adalah variable yang di deklarasikan di dalam kelas, tetapi diluar method, constructor maupun blok statement.
  • Instance variable mempunyai access modifier.
  • Instance variable mempunyai default value. Untuk variable yang bertipe boolean mempunyai default value yaitu false, sedangkan yang bertipe number mempunyai default value yaitu 0, dan yang bertipe object reference mempunyai default value yaitu null.
  • Instance variable dapat diakses oleh semua method, constructor, maupun blok statement yang terdapat dalam kelas tersebut.

Contoh Program

Di bawah ini adalah contoh program penggunaan Instance variable.

public class InstanceVariableDemo{
String nama;
String alamat;
double ipk;

public void cetakMahasiswaGenius(){
nama = "Nursalim";
alamat = "Jakarta";
ipk = 3.98;
System.out.println("Mahasiswa Genius");
System.out.println("Nama : "+nama);
System.out.println("Alamat : "+alamat)'
System.out.println("IPK : "+ipk);
}

public void cetakMahasiswaPintar(){
nama = "Naura";
alamat = "Bandung";
ipk = 3.52;
System.out.println("Mahasiswa Pintar");
System.out.println("Nama : "+nama);
System.out.println("Alamat : "+alamat)'
System.out.println("IPK : "+ipk);
}

public static void main(String[] args){
InstanceVariableDemo demo = new InstanceVariableDemo();
demo.cetakMahasiswaGenius();
System.out.println();
demo.cetakMahasiswaPintar();
}
}

Output Program

Mahasiswa Genius
Nama : Nursalim
Alamat : Jakarta
IPK : 3.98

Mahasiswa Pintar
Nama : Naura
Alamat : Bandung
IPK : 3.52

Class/Static Variable

  • Static variable / Class variable adalah variable yang dibuat menggunakan keyword static di dalam sebuah kelas tapi diluar method, constructor maupun blok statement. 
  • Static variable biasanya digunakan untuk membuat sebuah konstanta. Konstanta adalah variable yang mempunyai nilai tetap dan tidak boleh diubah.
  • Static variable biasanya di deklarasikan sebagai public, karena biasanya digunakan oleh semua kelas.
  • Static variable di load ketika sebuah program di jalankan, dan di-stop ketika program di hentikan.
  • Cara deklarasi Static Variable  : NamaKelas.namaVariable.
Contoh Program

Nama File : StaticVariableDemo.java

public class StaticVariableDemo {

static class Lingkaran{

//deklarasi konstanta PHI
public static final double PHI = 3.14;

//method luasLingkaran yang bersifat static
public static double luasLingkaran(double jariJari){
return PHI*jariJari*jariJari;
}

//method kelilingLingkaran yang bersifat static
public static double kelilingLingkaran(double jariJari){
return 2*PHI*jariJari;
}
}

public static void main(String[] args){
System.out.println("Menghitung Luas & Keliling Lingkaran dengan Jari-Jari 5");
System.out.println("=======================================================");
System.out.println("Luas lingkaran = "+Lingkaran.luasLingkaran(5));
System.out.println("Keliling lingkaran = "+Lingkaran.kelilingLingkaran(5));
}
}


Output

Menghitung Luas & Keliling Lingkaran dengan Jari-Jari 5
=======================================================
Luas lingkaran = 78.5
Keliling lingkaran = 31.400000000000002

Download Source Code


Sekian tutorial singkat Mengenal Lebih Dalam Variable di Java. Semoga bermanfaat & Happy Learning :)

Senin, 22 Desember 2014

Mengenal Tipe Data di Java

Tipe data adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh seorang programmer atau developer ketika membuat sebuah aplikasi. Pemilihan tipe data yang tepat akan menentukan bagus atau tidaknya kualitas sebuah aplikasi.

Secara garis besar, Java mempunyai 2 macam tipe data yaitu:
  • Tipe Data Primitif
  • Tipe Data Referensi / Objek

Tipe Data Primitif

Di bawah ini adalah macam-macam tipe data primitif di Java :
  • byte
    Tipe data jenis ini mempunyai ciri-ciri:
    • merupakan tipe data bilangan bulat (integer) dengan panjang 8-bit.
    • mempunyai nilai minimum -128 ( -27 ).
    • mempunyai nilai maksimum 127 ( 27-1 ).
    • mempunyai nilai default 0.

  • short
    Tipe data jenis ini mempunyai ciri-ciri:
    • merupakan tipe data bilangan bulat (integer) dengan panjang 16-bit.
    • mempunyai nilai minimum -32768 ( -215 ).
    • mempunyai nilai maksimum 32767 ( 215-1 ).
    • mempunyai nilai default 0.

  • int
    Tipe data jenis ini mempunyai ciri-ciri:
    • merupakan tipe data bilangan bulat (integer) dengan panjang 32-bit.
    • mempunyai nilai minimum  ( -231 ).
    • mempunyai nilai maksimum ( 231-1 ).
    • mempunyai nilai default 0.

  • long
    Tipe data jenis ini mempunyai ciri-ciri:
    • merupakan tipe data bilangan bulat (integer) dengan panjang 64-bit.
    • mempunyai nilai minimum  ( -263 ).
    • mempunyai nilai maksimum ( 263-1 ).
    • mempunyai nilai default 0.

  • float
    Tipe data jenis ini mempunyai ciri-ciri:
    • merupakan tipe data bilangan pecahan (floating point) dengan panjang 32-bit.
    • mempunyai nilai default 0.0f

  • double
    Tipe data jenis ini mempunyai ciri-ciri:
    • merupakan tipe data bilangan pecahan (floating point) dengan panjang 64-bit.
    • mempunyai nilai default 0.0d

  • boolean
    Tipe data jenis ini mempunyai ciri-ciri:
    • merupakan tipe data yang hanya mempunyai nilai true atau false.
    • mempunyai nilai default false
    • biasanya digunakan sebagai penanda suatu kondisi

  • char
    Tipe data jenis ini mempunyai ciri-ciri:
    • merupakan tipe data yang digunakan untuk menyimpan sebuah karakter.
    • mempunyai nilai default false
    • biasanya digunakan sebagai penanda suatu kondisi


Contoh Program :

public class TipeDataDemo{
public static void main(String[] args){
int i = 123;
byte b = 10;
double x = 20.0;
long y = 123456;
boolean isSuccess = true;
char huruf = 'A';

System.out.println("i = "+i);
System.out.println("b = "+b);
System.out.println("x = "+x);
System.out.println("y = "+y);
System.out.println("isSuccess = "+isSuccess);
System.out.println("huruf = "+huruf);
}
}

Tipe Data Referensi

Tipe data referensi/objek mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Tipe data ini dibuat dengan cara membuat sebuah variable dari sebuah konstruktor sebuah kelas.
  • Mempunyai nilai default null.


Sekian tutorial singkat tentang Mengenal Tipe Data di Java. Semoga bermanfaat & Happy Learning Java.

Kamis, 04 Desember 2014

Menggunakan Operator Relasional di Java

Operator Relasional digunakan untuk menyatakan hubungan antara satu operand dengan operand lainnya. Hasilnya adalah boolean true atau false.

Di bawah ini adalah gambar jenis-jenis operator relasional di Java :

Operator diatas, hanya berlaku untuk tipe data primitive saja (int, double, char, dll).

Contoh Program

Di bawah ini adalah contoh program penggunaan operator relasional di Java.

Nama File : OperatorRelasiDemo.java

public class OperatorRelasiDemo{
public static void main(String[] args){
int a = 15;
int b = 25;
System.out.println("a == b = " + (a == b) );
System.out.println("a != b = " + (a != b) );
System.out.println("a > b = " + (a > b) );
System.out.println("a < b = " + (a < b) );
System.out.println("b >= a = " + (b >= a) );
System.out.println("b <= a = " + (b <= a) );
}
}

Output.

a == b = false
a != b = true
a > b = false
a < b = true
b >= a = true
b <= a = false

Sekian tutorial singkat tentang Menggunakan Operator Relasional di Java. Semoga bermanfaat & Happy Learning Java :)

Rabu, 03 Desember 2014

Kontrol Perulangan (Looping) di Java

Java menyediakan 4 jenis kontrol looping, yaitu:
  • for Loop
  • while Loop
  • do while Loop
  • for each Loop

for Loop

Sintak dasar :

for(inisialisasi; ekspresi; iterasi){
//Statements
}

Contoh Program :

public class ForLoopDemo{
public static void main(String[] args){

// mencetak angka 0 sampai 7

for(int i = 0; i <= 7; i++){
System.out.println("Angka : "+i);
}
}
}

Output

Angka : 0
Angka : 1
Angka : 2
Angka : 3
Angka : 4
Angka : 5
Angka : 6
Angka : 7

while Loop

Sintak dasar :

while(boolean_ekspresi)
{
//Statements
}

Contoh Program :

public class WhileLoopDemo {
public static void main(String[] args){
int i = 0;

// Mencetak angka 0 s/d 7
while (i <= 7){
System.out.println("Angka : " + i);
i++;
}
}
}

Output.

Angka : 0
Angka : 1
Angka : 2
Angka : 3
Angka : 4
Angka : 5
Angka : 6
Angka : 7

do while Loop

Sintak dasar :

do
{
//Statements
}while(Boolean_expression);

Contoh Program:

public class DoWhileLoopDemo {
public static void main(String[] args){
int i = 0;

// Mencetak angka 0 s/d 7
do{
System.out.println("Angka "+i);
i++;
}while(i <= 7);
}
}

Output:

Angka 0
Angka 1
Angka 2
Angka 3
Angka 4
Angka 5
Angka 6
Angka 7

for each Loop

Sintak dasar :

for(deklarasi : ekspresi)
{
//Statements
}

Contoh Program :

public class Buah{
public static void main(String[] args){
String[] jenisBuah = new String(){"Mangga", "Apel", "Melon"};
for(String buah : jenisBuah){
System.out.println(buah);
}
}
}

Sekian tutorial singkat tentang Kontrol Looping di Java. semoga bermanfaat & Happy Learning :)

Menggunakan Array Di Java

Apa itu Array?

Array atau Larik adalah variable yang digunakan untuk menyimpan data-data yang mempunyai tipe data yang sama. Di Java, Array dimulai dari index ke-0 sampai ke ke-n.

Deklarasi Array


Ada dua macam cara deklarasi array di Java, yaitu :

tipeData[] namaArray; // cara 1.

or

tipeData namaArray[]; // cara 2.

Membuat Array


Ada dua macam cara membuat array di Java, yaitu:

Cara 1 :

tipeData[] namaArray = new tipeData[ukuranArray];

Cara 2 :

tipeData[] namaArray = {isiArray, isiArray,...,isiArray};

Contoh Program Array

Di bawah ini adalah contoh program penggunaan Array di Java.

Contoh 1.

public class ArrayDemo1{

public static void main(String[] args){

// deklarasi array mahasiswa bertipe String

String[] mahasiswa;

// membuat array mahasiswa dengan panjang 5

mahasiswa = new String[5];
mahasiswa[0] = "Dono"; // isi element array 0
mahasiswa[1] = "Danu"; // isi element array 1
mahasiswa[2] = "Dana"; // isi element array 2
mahasiswa[3] = "Dini"; // isi element array 3
mahasiswa[4] = "Doni"; // isi element array 4

// cetak array
System.out.println("========= Array of mahasiswa ==========");

for(int i = 0; i < mahasiswa.length; i++){
System.out.println("Elemen "+i + " " +mahasiswa[i]);

}

}

}


Contoh 2.

public class ArrayDemo2{

public static void main(String[] args){

// deklarasi array mahasiswa bertipe String
String[] mahasiswa;

// membuat array mahasiswa dengan panjang 5
mahasiswa[5] = {"Dono","Danu","Dana","Dini","Doni"};

// cetak array
System.out.println("========= Array of mahasiswa ==========");
for(int i = 0; i < mahasiswa.length; i++){

System.out.println("Elemen "+i + " " +mahasiswa[i]);

}

}

}


Output
========= Array of mahasiswa ==========
Elemen 0 Dono
Elemen 1 Danu
Elemen 2 Dana
Elemen 3 Dini
Elemen 4 Doni


Array Sebagai Parameter di Method

Anda bisa menggunakan Array sebagai parameter di method, seperti cuplikan program di bawah ini.

public void printMahasiswa(String[] daftarMahasiswa){

if(daftarMahasiswa.length > 0){

for (int i = 0; i < daftarMahasiswa.length; i ++){

System.out.println(daftarMahasiswa[i]);

}

}

}

Looping Array Menggunakan foreach


Bagi anda yang menggunakan JDK versi 1.5 ke atas, anda bisa iterate isi array menggunakan metode foreach seperti contoh dibawah ini.

public class ArrayForEachDemo {
public static void main(String[] args){
String[] mahasiswa = {"Dono", "Danu", "Dana", "Dini", "Doni"};

// Isi array mahasiswa
for (String element: mahasiswa) {
System.out.println(element);
}
}
}

Sekian tutorial singkat mengenai Penggunaan Array di Java. Semoga bermanfaat & Happy Learning :)


Minggu, 23 November 2014

Menggunakan Operator Aritmetika di Java

Overview


Operator Aritmetika digunakan dalam proses perhitungan matematika di dalam program seperti penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Setiap bahasa pemrograman, baik itu bahasa pemrograman tingkat rendah, tingkat menengah sampai tingkat tinggi, termasuk bahasa Java menyediakan seperangkat Operator Aritmetika yang sangat membantu dalam proses perhitungan matematis.

Di bawah ini adalah table jenis-jenis operator aritmetika.
Menggunakan Operator Aritmetika di Java

Contoh Program

Di bawah ini adalah contoh penggunaan operator Aritmetika dalam program Java

Nama File : ArithmeticOperatorDemo.java

package com.nursalim.zone.java.operator;

public class ArithmeticOperatorDemo {
public static void main(String[] args) {
int a = 20;
int b = 10;
int c = 25;
int d = 25;
System.out.println("a + b = " + (a + b));
System.out.println("a - b = " + (a - b));
System.out.println("a * b = " + (a * b));
System.out.println("b / a = " + (b / a));
System.out.println("b % a = " + (b % a));
System.out.println("c % a = " + (c % a));
System.out.println("a++ = " + (a++));
System.out.println("b-- = " + (a--));
System.out.println("d++ = " + (d++));
System.out.println("++d = " + (++d));
}
}

Output :

a + b = 30
a - b = 10
a * b = 200
b / a = 0
b % a = 10
c % a = 5
a++ = 20
b-- = 21
d++ = 25
++d = 27


Sekian tutorial singkat Penggunaan Operator Aritmetika di Java. Semoga bermanfaat & Salam Happy Learning. :)

Sabtu, 22 November 2014

Penggunaan Access Modifier di Java

Apa itu Access Modifier?

Access Modifier / Pemberian hak akses adalah sesuatu hal yang paling penting diperhatikan oleh developer atau programmer Java dalam membuat sebuah program atau aplikasi.

Tujuan nya adalah agar Developer atau Programmer dapat memberikan access modifier yang sesuai, Apakah sebuah kelas, method, ataupun property bisa diakses atau tidak oleh kelas atau object lainnya.

Jenis-Jenis Access Modifier


Ada 4 jenis access modifier di Java, yaitu:
  • Public
  • Protected
  • Default / No Access Modifier
  • Protected
Keempat jenis access modifier diatas akan kita bahas lebih detail pada tutorial kali ini.

Public

Access Modifier Public merupakan access modifier yang paling terbuka, karena semua objek/class bisa mengakses bebas objek yang mempunyai access modifier tipe ini.

Hati-hati ketika menggunakan access modifier Public ini, karena setiap Developer atau Programmer lainnya bisa mengutak-atik source code nya.
 
Dibawah ini, adalah gambar contoh implementasi access modifier Public.


Keterangan:
  1. Nomor 1 : Implementasi pada Class
  2. Nomor 2 : Implementasi pada Property / Variable
  3. Nomor 3 : Implementasi Pada Method
  4. Nomor 4 : Implementasi pada Main Method

Protected


Access modifier jenis ini biasanya dipakai dalam Pewarisan / Inheritance.  Ketika sebuah class mempunyai access modifier tipe ini pada property dan method nya, secara otomatis dapat diakses atau diwarisi oleh kelas turunan/subclass nya.

Dibawah ini, adalah gambar contoh penggunaan access modifier Protected.

Keterangan:
  • Nomor 1 : Penggunaan Protected pada property.
  • Nomor 2 : Penggunaan Protected pada method.
  • Protected tidak bisa digunakan pada nama kelas.
  • Protected tidak bisa digunakan pada method main.

Default / No Access Modifier


Default access modifier menspesifikasikan kelas-kelas yang terdapat dalam satu paket (package) yang bisa mengakses modifier tipe ini.

Default access modifier tidak mempunyai keyword, sehingga apabila sebuah kelas, metod, atau property tidak menyebutkan keyword berari kelas, method, dan property tersebut mempunyai default access modifier.

Dibawah ini, adalah gambar contoh penggunaan access modifier Default.


Private


Access Modifier Private merupakan access modifier yang paling terbatas. Setiap object yang mempunyai access modifier private hanya bisa diakses oleh class itu sendiri. Class lain tidak boleh menggunakannya.

Dibawah ini, adalah gambar contoh penggunaan access modifier Private.

Keterangan :
  • Nomor 1 : Penggunaan Private access modifier pada property/variable
  • Nomor 2 : Penggunaan Private access modifier pada method.
  • Private access modifier tidak bisa digunakan pada nama kelas.
  • Private access modifier tidak bisa digunakan pada main Method. karena menyebabkan program tidak bisa dijalankan, karena tidak bisa diakses oleh JVM (Java Virtual Machine).


Sekian pembahasan mengenai Access Modifier di Java. Semoga bermanfaat & Happy Learning :)